Selasa, 24 Mei 2011

2010, Total Aset Perbankan Rp 17.381 T PDF Cetak E-mail
Dibaca: 5 kali.
Ekonomi & Bisnis
Ditulis oleh DWY SETYOWATI, Jambi
Meningkat 19,95 Persen Dibanding Tahun 2009
Secara umum kinerja perbankan di Jambi cukup berkembang. Desember 2010, total aset perbankan Rp 17.381 miliar atau meningkat 19,95 persen dibanding tahun sebelumnya. Fungsi intermediasi yang menjadi tujuan utama berdirinya suatu bank juga telah dilakukan dengan baik. Ini tercermin dari meningkatnya LDR (loan to deposit ratio) dari 84,33 persen pada Desember 2009 menjadi 87,86 persen pada Desember 2010. “Diharapkan, angka tersebut dapat lebih meningkat pada 2011,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Jambi Iing M Hasanuddin saat menghadiri grand opening PT BPR CNA (PT Bank Perkreditan Rakyat Central Niaga Abadi), Senin (21/2) lalu.
Sementara itu, NPL (non performing loan) perbankan di Jambi juga relatif rendah. Pada Desember 2009, tercatat 3,38 persen, sedangkan Desember 2010 2,57 persen, di bawah angka yang menjadi benchmark BI yakni 5 persen. “Angka-angka kinerja perbankan tersebut dapat dijadikan patokan kinerja di 2011 ini,” ujar Iing. Terutama, dengan dibukanya BPR CNA dapat lebih menggairahkan perekonomian Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi.
Iing mengajak agar perbankan di Jambi dapat semangat lebih meningkatkan produktivitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. “Hal ini dapat tercapai bila insan perbankan mampu mengimplementasikan good corporate governance dengan baik dan benar. Bila hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya yakin kegiatan ekonomi di wilayah ini akan lebih maju lagi,” tandas Iing.
Dikatakannya, saat ini, jumlah BPR di Jambi ada 11 unit. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.
Iing mengatakan, perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan wilayah dituntut perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai intermediasi antara surplus spending unit dengan defisit spending unit. “Diharapkan perbankan dapat mengakomodir dan direspon investasi-investasi yang potensialsehingga dapat menggerakkan sektor riil di wilayah setempat,” ujarnya.
Sejak 2009, kata Iing, jumlah BPR di Jambi terus meningkat. Dari delapan BPR di 2009, sekarang menjadi 11 BPR. Hal ini, kata Iing, sejalan dengan pertumbuhan perekonomian di Jambi yang meningkat dari waktu ke waktu. “Beroperasinya satu BPR di Jambi yakni PT BPR Central Niaga Abadi, menjadi salah satu bukti tingginya potensi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi,” ujar Iing.(*)

LDR Perbankan Naik
MAKASSAR,UPEKS--Bank Indonesia (BI) memperkirakan rasio penyaluran kredit perbankan dibandingkan dana masyarakat Loan to Deposit Tatio (LDR) 2011 akan meningkat mengingat tingginya pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibanding Dana Pihak Ketiga (DPK).
"LDR akan naik di 2011 karena pertumbuhan kredit akan naik tinggi. Sementara DPK akan turun," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad dalam rilisnya diterima Upeks.
Menurutnya, pertumbuhan kredit 2011 diperkirakan akan mencapai lebih dari 24% sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disampaikan bank ke BI.
"Perkiraannya kredit akan naik di atas 24 persen atau lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 23,6 persen. Ini wajar karena didorong pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,5 persen," dalam rilisnya.
Sementara DPK, katanya, diperkirakan hanya akan tumbuh 15,1% karena perbankan mulai mengurangi pengumpulan dana mengingat masih besarnya dana yang mereka kelola.
"Bank masih punya likuiditas yang besar. Jadi tidak perlu tambahan dana lagi untuk peningkatan penyaluran kredit," katanya.
Dari perkiraan ini, lanjutnya, BI telah membuat analisis untuk melihat kemampuan masing-masing bank menerapkan rencana bisnisnya yang tidak membahayakan likuiditas bank tersebut.
"Kita harus memastikan perbankan bisa meningkatkan kreditnya untuk mendorong perekonomian. Tetapi juga tidak mengganggu tingkat keamanannya. Dari stress test BI, semua bank dalam keadaan bagus," katanya.
Ditambahkannya, kondisi perekonomian Indonesia pada tahun ini akan membaik, meski masih terganggu perekonomian dunia yang pemulihannya berjalan dengan lambat. ()


Perbankan di Mesir Kembali Buka

Senin, 21 Februari 2011 - 08:24 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Ilustrasi
KAIRO - Perbankan di seluruh Mesir akhirnya resmi kembali dibuka setelah beberapa minggu lamanya ditutup akibat terjadi protes besar-besaran di negara tersebut sehingga berimbas ke sektor keuangannya.

Dilansir dari Associated Press (AP), Senin (21/2/2011), masyarakat di Mesir tampak mengantre di berbagai bank pada Minggu pagi untuk kembali melanjutkan bisnis mereka setelah bank sentral memutuskan untuk menutup perbankan di negara tersebut.

Sebelumnya, perbankan di Mesir diputuskan untuk ditutup mengantisipasi berbagai masalah yang timbul akibat pergerakan besar-besaran yang menuntut Presiden Husni Mubarak mundur. Ini dilakukan agar investor tidak kabur dari Mesir.

Pemerintah Mesir memperkirakan bila negaranya kehilangan pendapatan yang masuk sebesar USD1,7 miliar, di mana setengahnya berasal dari sektor pariwisata yang amat vital bagi Mesir.

Sekadar informasi, bursa saham Mesir kembali dibuka pada Rabu 16 Februari mendatang, setelah lebih dari dua minggu ditutup karena saham yang anjlok mengikuti protes anti-rezim di negara tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu 12 Februari kemarin yang datang sehari setelah penguasa Mesir Hosni Mubarak menyerahkan negara ke dewan militer, menyusul adanya demonstrasi penggulingan selama 18 hari.

Bursa efek Kairo telah ditutup sejak 27 Januari karena mengalami penurunan hingga 10 persen dan merugi 70 miliar poundsterling Mesir (USD12 miliar) dalam waktu 48 jam sehingga mendorong pihak berwenang mengumumkan untuk ditutup sementara.

Demonstrasi terus-terusan melawan pemerintah rezim lama pada akhirnya memang membuat bursa efek Kairo memilih tetap tutup, dan berulang kali diminta untuk dibuka kembali.(wdi)
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bank Permata Tbk mengumumkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 997 miliar sepanjang tahun 2010. Laba bank ini meningkat 108 persen year on year.

Sementara itu, total pendapatan operasional secara konsolidasi naik 56 year on year, menjadi Rp 1,071 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya atau fee based income.

Pendapatan bunga bersih tumbuh 19 persen year on year, menjadi Rp 3,282 triliun. Kemudian, kredit tumbuh 27 persen dari Rp 41,5 triliun pada akhir tahun 2009 menjadi Rp 52,8 triliun pada akhir tahun 2010.

Total aset per 31 Desember 2010 secara konsolidasi mencapai Rp 73,8 triliun. Naik 31 persen dari Rp 56,3 triliun per 31 Desember 2009. Selain itu juga, dana pihak ketiga meningkat 29 persen year on year menjadi Rp 57,7 triliun. Giro dan Tabungan membukukan kenaikan yang kuat 31 persen dan 28 persen year on year, menjadi Rp 13,8 triliun dan Rp 12,0 triliun.

Sementara itu deposito berjangka juga meningkat tajam 29 persen, menjadi Rp 31,9 triliun di akhir 2010. Dengan demikian komposisi dana murah (CASA) mencapai 45 perasen dari total simpanan.

Sedangkan, rasio kredit bermasalah (NPL Net) mengalami perbaikan menjadi 0,7 persen pada Desember 2010 dari 1,5 persen di tahun sebelumnya.

Ekuitas pemegang saham bank sebesar Rp 7,917 triliun di tahun 2010, meningkat 64 persen year on year dibandingkan dengan tahun lalu.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) secara konsolidasi meningkat 285 basis poin menjadi 15,1 persen year on year. Pada akhir 2010, bank meningkatkan modal tier-1 sebesar Rp 2 triliun melalui right issue untuk mendukung ekspansi usaha dan mengejar peluang pertumbuhan.

Setelah rights issue, posisi keuangan Return on Asset (ROA) naik 50 basis poin dari 1,4 persen menjadi 1,9 persen. Return on Equity (ROE) naik 820 basis poin dari 13,3 persen menjadi 21,5 persen.

Biaya Operasioanal (BOPO) turun 435 basis poin dari 89,1 persen menjadi 84,8 persen.

David Fletcher, Direktur Utama PermataBank menuturkan, "Saya senang dapat menyampaikan bahwa kinerja keuangan Permata Bank telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik selama tahun 2010 ini. Hasil ini menggarisbawahi kekuatan model perbankan kami dan mencerminkan komitmen Permata Bank untuk terus tumbuh dan mendukung perekonomian nasional," ujar David.

Definisi, Fungsi dan Peranan Bank Umum dalam Perekonomian

bankPara ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.
Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern
, yaitu :
1.    Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2.    Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3.    Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4.    Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5.    Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
6.    Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.