| 2010, Total Aset Perbankan Rp 17.381 T | | | |
| Ekonomi & Bisnis | ||||||
| Ditulis oleh DWY SETYOWATI, Jambi | ||||||
| Meningkat 19,95 Persen Dibanding Tahun 2009 Secara umum kinerja perbankan di Jambi cukup berkembang. Desember 2010, total aset perbankan Rp 17.381 miliar atau meningkat 19,95 persen dibanding tahun sebelumnya. Fungsi intermediasi yang menjadi tujuan utama berdirinya suatu bank juga telah dilakukan dengan baik. Ini tercermin dari meningkatnya LDR (loan to deposit ratio) dari 84,33 persen pada Desember 2009 menjadi 87,86 persen pada Desember 2010. “Diharapkan, angka tersebut dapat lebih meningkat pada 2011,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Jambi Iing M Hasanuddin saat menghadiri grand opening PT BPR CNA (PT Bank Perkreditan Rakyat Central Niaga Abadi), Senin (21/2) lalu. Iing mengajak agar perbankan di Jambi dapat semangat lebih meningkatkan produktivitas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. “Hal ini dapat tercapai bila insan perbankan mampu mengimplementasikan good corporate governance dengan baik dan benar. Bila hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya yakin kegiatan ekonomi di wilayah ini akan lebih maju lagi,” tandas Iing. Dikatakannya, saat ini, jumlah BPR di Jambi ada 11 unit. Angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Iing mengatakan, perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan wilayah dituntut perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai intermediasi antara surplus spending unit dengan defisit spending unit. “Diharapkan perbankan dapat mengakomodir dan direspon investasi-investasi yang potensialsehingga dapat menggerakkan sektor riil di wilayah setempat,” ujarnya. Sejak 2009, kata Iing, jumlah BPR di Jambi terus meningkat. Dari delapan BPR di 2009, sekarang menjadi 11 BPR. Hal ini, kata Iing, sejalan dengan pertumbuhan perekonomian di Jambi yang meningkat dari waktu ke waktu. “Beroperasinya satu BPR di Jambi yakni PT BPR Central Niaga Abadi, menjadi salah satu bukti tingginya potensi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi,” ujar Iing.(*)
|
Definisi, Fungsi dan Peranan Bank Umum dalam Perekonomian
Posted on September 23, 2009 by Putra
Para ahli perbankan di negara-negara maju mendefinisikan bank umum sebagai institusi keuangan yang berorientasi laba. Untuk memperoleh laba tersebut bank umum melaksanakan fungsi intermediasi. Karena diizikan mengumpulkan dana dalam bentuk deposito, bank umum disebut juga sebagai lembaga keuangan depositori. Berdasarkan kemampuannya menciptakan uang (giral), bank umum dapat juga disebut sebagai bank umum pencipta uang giral.Pengertian bank umum menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 :
“Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter.
Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.
5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.
6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pihak yang menggunakannya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar